Ketika para orientalis mengetahui bahwa Nabi saw mengatakan bahwa Hajar Aswad di turunkan dari surga, seperti yang disebutkan di dalam Hadis yang diriwayatkan oleh al-Tirmidzi, dari ‘Abd-Allah ibn’ Abbas, RA dengan “Hajar Aswad turun dari surga ,lebih putih dari susu , dosa dari bani Adam yang telah mengubahnya menjadi hitam”..
Para Orientalis kemudian ingin mencari sebuah celah untuk menyerang Islam, mereka berkata: Hajar Aswad hanyalah batu basal hitam”. Untuk membuktikan perkataan mereka tersebut, Royal Society Geografi Inggris dari University of Cambridge mengirim mata-mata Inggris untuk mencuri sepotong Hajar Aswad, untuk membuktikan kepada orang-orang Arab dan kaum muslimin bahwa apa yang dikatakan oleh Nabi saw tentang Hajar Aswad tidak benar.
Mata-mata Inggris itu kemudian belajar bahasa Arab selama tujuh tahun, dan pergi ke Maroko untuk mempelajari dialek Maroko, kemudian pergi ke Mesir sebagai haji dari Maroko, dan itu terjadi pada abad kesembilan belas. Ia naik ke kapal beserta jamaah haji dari Mesir menuju Mekkah.
Jamaah haji Mesir membawa barang-barangnya bersama barang-barang mereka dan mengajak ia makan bersama mereka dengan tujuan menghormati dan memuliakannya, perbuatan baik ini sedikit membuat ia kagum.
Kekaguman keduanya terjadi ketika ia memasuki Mesjid rasulullah, dan puncak kekagumannya adalah ketika ia melihat langsung ka’bah. Ia menulis didalam bukunya:” Pemandangan ini telah menggoncang hati saya yang sangat dalam”. Tapi dia tetap bertekad untuk menyelesaikan misinya, kebetulan Qaramita telah mengambil Hajar Aswad dan memindahkannya ke kota Hasa, Hajar Aswad meninggalkan berberapa pecahan , 12 keping kecil-kecil sebesar biji pisang.
Ia kemudian masuk Ka’bah disaat penjanganya lengah, dan mengambil sepotong Hajar Aswad (kebetulan penjagaan ka’bah tidak seketat sekarang) Setelah mengambil hajar aswad, ia berangakat ke Jeddah (disana terletak Kedutaan besar Inggris), Kedutaan besar Inggris kemudian mengadakan perayaan besar sebagai penghormatan kepada pahlawan yang telah berhasil menaklukkan islam dan membuktikan ketidak benaran perkataan Rasulullah (Hajar Aswad turun dari surga).
Ia tiba di inggris dengan menumpangi kapal Australia, dan potongan Hajar Aswad tersebut kemudian di tempatkan di Museum Sejarah Alam di London agar para ilmuan dapat menganalisanya. Para ilmuan kemudian menyimpulkan bahwa Hajar Aswad adalah jenis langka dari meteor.
Mata-mata inggris ini kemudian mengucapkan dua kalimat syahadat. Ia kemudian menulis sebuah buku 2 jilid yang berjudul Journey to Mecca, dalam pada jilid pertama ia berbicara tentang permusuhannya terhadap islam serta konspirasi terhadap umat islam, dan pada jilid ke dua ia berbicara tentang ketundukannya kepada Allah Tuhan Semesta ALam
0 comments:
Post a Comment